News

Latest Post
Loading...
“Tiga syarat menghadapi tantangan global; perkuat kemandirian bangsa, tingkatkan daya saing, dan miliki peradaban bangsa yang mulia”. (Susilo Bambang Yudhoyono)

Kamis, 01 Oktober 2015

Peran Ekonomi Kreatif dalam Membangun Ketahanan Kota Semarang

Rochimudin Indonesia | Kamis, 01 Oktober 2015 | 15.04 |
Salah satu gelombang industrialisasi awal abad XXI adalah perkembangan industri kreatif. Sebuah gelombang yang telah terbukti mampu menghasilkan pendapatan secara signifikan bagi pegiat industri kreatif maupun bagi negara. Masyarakat atau negara yang mengabaikan gelombang industri ini dan tidak respek maka akan tertinggal dan hanya menjadi penonton atau konsumen. Revolusi industri dengan berbagai perusahaannnya dan revolusi industri telekomunikasi akan segera surut karena berbasis bahan baku atau sumber daya yang tidak dapat diperbaharui. Pembangunan industri kreatif di kota Semarang sesuai dengan program 100 Resilient Cities-Semarang untuk mewujudkan Kota Semarang yang tangguh.

Apakah sebenarnya industri kreatif itu? Menurut Kementerian Perdagangan Indonesia bahwa industri kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. Oleh karena itu industri ini tidak akan kehabisan bahan baku atau sumber daya karena berbasis pada kreativitas. Kreativitas akan menghasilkan produk, jasa, ataupun gabungan keduanya.

Negara yang sudah konsen dengan industri kreatif ini misalnya Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, dan sebagainya. Pendapatan dari ekspor Amerika Serikat salah satunya dari besarnya keuntungan industri kreatifnya. Hal ini wajar sebab industri perfilman, musik, dan hiburan telah berkembang lama dan mampu menjadi leader dan trendsetter dunia. Korea Selatan sebagai pendatang baru cukup intens dan konsen membina industri kreatif dalam sektor perfilman dan musik. Meledaknya penjualan album Gangnam Style dan popularitasnya di dunia merupakan bukti nyata sebuah jasa hasil dari industri kreatif yang didukung oleh pemerintah secara langsung dan terencana.

Membina Industri Kreatif

Suksesnya pembangunan industri kreatif dapat dilihat dari pola pembinaannya sejak awal. Rumah atau keluarga dapat disebut sebagai tempat awal talenta kreatif dikembangkan. Namun ini sangat bergantung pada profesi orang tua dan lingkungan masyarakatnya agar skill atau kemampuan kreatif dapat diturunkan. Contohnya apabila orang tuanya seniman atau artis maka seringkali anak keturunannya ada yang menjadi seniman atau artis. Namun bagaimana kalau orang tua atau rumah tidak mendukung seperti di atas?

Jawabannya adalah sekolah. Sekolah merupakan kawah candradimuka untuk menggodok anak bangsa memiliki karakter yang baik dan skill yang diinginkan. Seiring dengan penerapan kurikulum 2013 terdapat mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan di SMA. Sedangkan di SMK sudah ada mata pelajaran yang berkaitan dengan keahlian kreatif seperti komputer, grafis, seni, jasa, dan sebagainya. 

Mata pelajaran seperti seni budaya, prakarya, TIK, dan multimedia dapat menghasilkan produk atau karya industri kreatif. Apa sajakah produk atau jasa industri kreatif yang dapat dihasilkan dari mata pelajaran di sekolah ini:
  • 1. Kerajinan atau handmade. Berbagai kerjinan yang dapat dibuat seperti sepatu bergambar, tas unik, gantungan kunci, jam, merchandise, dan sebagainya.
  • 2. Desain. Karya desain meliputi desain grafis, desain web, animasi, dan sebagainya. Bagi SMK ini merupakan ladang dan kesempatan bagus. Desain website merupakan usaha kreatif yang sekarang ini banyak dicari. Belum lagi karya animasi dan game dari aplikasi komputer sangat dicari oleh vendor seluler maupun industri perfilman.
  • 3. Video, film, iklan TV dan fotografi. Pembuatan video yang berupa film, iklan, dokumentasi even sangat diperlukan. Apabila ini ditekuni dengan serius akan menjadi usaha kreatif yang menghasilkan.
  • 4. Game atau permainan interaktif. Game dari komputer maupun android dapat dibuat sendiri atau tim oleh siswa. Kita tahu seorang remaja pembuat game angry birds di Vietnam sekarang menjadi jutawan hanya karena gamenya di beli salah satu vendor seluler dan dijadikannya game online. Kita juga melihat seorang remaja Australia, Ben Pasternak menciptakan game "Imposible Rush" yang telah diunduh sampai 500.000 kali sehingga dilirik raksasa teknologi internet seperti Google, Yahoo dan Facebook.
  • 5. Musik, baik dari segi pertunjukannya maupun penciptaan lagu.
  • 6. Penerbitan dan percetakan. Kegiatan ini terkait dengan penerbitan cerpen, novel, majalah, dan sebagainya.
  • 7. Gambar karikatur, komik dan poster.

Nah ... apakah di Semarang sudah ada pembinaan terhadap industri kreatif ini? Industri kreatif di Semarang seharusnya tidak tertinggal dari kota-kota lain di Indonesia. Dukungan dan support dari pemerintah terutama terhadap pemasaran sangatlah penting. Memang pemerintah kota Semarang sudah sering mendukung adanya pentas musik seperti Jazz ngisor ringin, jazz di balai kota, dll. Namun itu masih kurang. Adanya event industri kreatif masih kurang seperti pentas film Semarang .... belum ada kan? 

Oleh karena itu pemerintah perlu merangsang berkembangnya komunitas industri kreatif yang produktif.

Gambang Semarang sebagai Karya Kreatif

Tari Gambang Semarang dalam Festival
Gambang Semarang 2014 (dok gambar: dotsemarang.com)
Bagi warga kota Semarang, Gambang Semarang sudah tidak asing lagi. Sejak tahun 2000, kesenian ini mendapat perhatian lebih dari Walikota Semarang. Terbukti dengan adanya berbagai pementasan resmi dalam rangka ulang tahun Kota Semarang, festival gambang Semarang, maupun acara-acara resmi seperti menyambut wisatawan, pawai pembangunan, dugderan, dsb.
Kesenian ini pernah jaya pada jaman penjajahan Belanda, berjaya pada tahun 1945, meredup lagi, dan bangkit sekira tahun 2000. Bagaimana itu bisa terjadi?


Gambang Semarang merupakan salah satu kesenian khas di Kota Semarang yang menggabungkan antara tari dan lagu atau gamelan Jawa (juga bisa dengan iringan musik modern, menyesuaikan dengan perkembangan jaman). Pemerintah Kota Semarang berusaha terus melestarikan dengan berbagai kegiatan agar lebih dikenal dan memiliki generasi penerus. Terbukti dengan diselenggarakan Festival Gambang Semarang di Mal Ciputra, Selasa, 26 Agustus 2014. Antusias peserta cukup besar, 16 kelompok perwakilan dari berbagai kecamatan di Kota Semarang berpartisipasi. Tarian yang dimainkan oleh 4 orang ini dibawakan dengan luwes, dengan kriteria penilaian yaitu kreatifitas, wiraga, wirama dan wirasa.


Pementasan Tari Gambang Semarang di Polder Tawang Searang  2014
(dok gambar: dotsemarang.com)

Pementasan Tari Gambang Semarang di halaman Balaikota Semarang
(dok gambar: suaramerdeka.com)

Sejarah Gambang Semarang


Gambang Semarang sudah ada sejak tahun 1930. Yang mengawali kesenian ini adalah orang asli Semarang dan etnis keturunan Tionghoa yang ada di Semarang yang bertempat di gedung Bian Hian Tiong di Gang Pinggir. Jenis alat musik yang digunakan antara lain kendang, bonang, kempul, gong, suling, kècrèk, gambang dan alat musik gesek konghayan atau tohyan juga menggunakan penyanyi. Pengagas kesenian ini adalah Toako Lie Hoo Soen, seorang kepercayaan raja gula Asia Tenggara Oei Tiong Ham (Suara Merdeka, 8 Desember 2010). Pertama dipentaskan pada tahun 1930 di gedung Bian Hian Tiong di Gang Pinggir Semarang. Kesenian ini merupakan penggabungan antara budaya pribumi Semarang dengan etnis Tionghoa. 

Tahun 1945 merupakan masa kejayaan Gambang Semarang sehingga melahirkan ikon Kota Semarang di bawah pimpinan Nenny dan Mpok Royom. Pada saat pementasan di Magelang Jawa Tengah di bombardir oleh tentara Jepang sehingga paguyuban kesenian menjadi bubar. Pimpinan paguyuban ikut hilang tidak tahu rimbanya. Tahun 1950 berusaha bangkit lagi namun tetap susah karena sudah lama hilang dari pementasan. Juga mulai kalah bersaing dengan kesenian lain yang lebih populer saat itu.

Lagu Gambang Semarang

Lagu dalam tarian gambang semarang awalnya mirip dengan lagu Gambang Kromong dari Jakarta. Untuk menyesuaikan dengan budaya lokal dan perkembangan jaman maka lagunya disesuaikan, yaitu dengan lagu bahasa Jawa, Betawi, Tionghoa atau Mandarin. Namun di jaman sekarang ditambah denga lagu-lagu pop Jawa. 

Berikut ini adalah salah satu contoh lagu (berbahasa Indonesia) yang sering dijadikan irama dalam pementasan tari Gambang Semarang:


Tari Gambang Semarang oleh SMA N 1 Jekulo (dok: youtube.com)

Menurut Yoyok Priyambodo, pemilik sanggar tari 'greget' yang juga penggagas modernisasi tari Gambang Semarang (Suara Merdeka, 8 Desember 2010), "tarian rasa baru dari 'Gambang Semarang' sejauh ini masih tetap mengedepankan keasliannya". Dituturkannya, Semarang yang berada di daratan pulau Jawa dan dikelilingi lautan, daratan, dan pegunungan, menjadi inspirasi yang ditularkan pada gerakan pakem tari "Gambang Semarang", baik gemulainya gerak tangan hingga kaki. 

Tak sekedar menyuguhkan goyang sensualitasnya, namun esensi dari tarian indah yang kini ditarikan sejumlah penari profesional itu benar-benar diperdalam, sebagai perwujudan inspirasi dari topologi dan kebudayaan warga Semarang. Salah satunya menceritakan kehidupan perekonomian warga Semarang di pasar Yaik, yang tergambar jelas dari tarian Gambang Semarang berjudul sama, "Pasar Yaik", jelas Yoyok lagi.


Memang ditengah kuatnya arus globalisasi yang membawa masuknya budaya asing dan juga tantangan besar tahun 20015 dengan ASEAN Economic Community maka pelestarian budaya lokal seperti Gambang Semarang sangatlah penting. Upaya pelestarian dengan mengajarkannya kepada anak-anak dan generasi muda sangat tepat supaya mereka mengenal, mencintai dan mau berlatih tarian ini. Langkah Pemerintah Kota Semarang dengan upaya pelestariannya dengan menyelenggarakan festival Gambang Semarang dan menampilkannya dalam acara budaya maupun resmi juga patut diapresiasi. 

Budaya lokal atau khas Semarang seperti ini lah yang salah satunya akan memperkaya budaya nasional sebab budaya nasional berakar dari budaya daerah. Pengembangan dan pelestarian budaya daerah berarti juga akan mengembangkan budaya nasional untuk memperkaya khazanah budaya bangsa. Oleh karena itu tari Gambang Semarang bukan hanya di pentaskan di Semarang, tetapi juga masyarakat di Jawa Tengah. Maka jangan lupakan, budaya bangsa merupakan wajah Indonesia yang luhur, berbudi dan beradab.

Kesenian gambang Semarang merupakan salah satu bagian dari karya kreatif masyarakat yang sebenarnya dapat menjadi sumber industri kreatif di Kota Semarang. Pertanyaannya tinggal bagaimana mengemas, menampilkan dan "menjualnya". Dengan karya kreatif dari industri kreatif ini akan meningkatkan ketangguhan Semarang sebagai salah satu 100 resilent cities. Gambang Semarang telah membuktikan ketangguhannya menghadapi jaman dan perubahan masyarakat Semarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berlangganan

//