ohh

SELAMAT DATANG & SELAMAT MEMBACA ARTIKEL DAN APA SAJA YANG ADA DI BLOG. SEMOGA BERMANFAAT.

Selasa, 31 Oktober 2017

Memandang Eksotisme Candi Ngempon Ditemani Tahu Bakso

Rochimudin Indonesia | Selasa, 31 Oktober 2017 | 23.15 | 4 Comments so far
Belajar sejarah yang paling enak itu sambil wisata. Menyenangkan, menghibur dan well educated (edukasi dengan baik dan tepat). Terlebih lagi ditambah pemandangan alam yang masih asri dan alami. Wow ....

Mengenalkan Peninggalan Wangsa Syailendra pada Anak

Rochimudin Indonesia | Selasa, 31 Oktober 2017 | 23.11 | Comment
Pak .... ayoo liburan ke Candi Gedongsongo. Aku pengen lihat candi dan patung. Hah .... anak kecil mau ke Candi??

Itulah rengekan anak ke dua kami yang berumur empat tahun untuk wisata dan belajar di salah satu peninggalan Wangsa Sanjaya yang termasyhur, Candi Gedongsongo. Saya heran, anak empat tahun kok ingin ke Candi, biasanya pasar malam atau arena permainan anak. Akhirnya saat hari Minggu, 29 Oktober 2017, sekeluarga berkunjung ke sana menuruti si buah hati.

Jumat, 27 Oktober 2017

Sensor Mandiri Melawan Hoax

Rochimudin Indonesia | Jumat, 27 Oktober 2017 | 00.43 | 1 Comment so far
Aksi kampanye antihoax (sumber: viva.co.id)
Harus disadari bersama, berita hoax merupakan bentuk baru dari politik devide et impera untuk memecah belah bangsa. Ketika zaman penjajahan, kita menghadapi penjajah (secara nyata), masa orde lama dan baru menghadapi provokator, dan di era reformasi kita menghadapi musuh bersama yaitu berita hoax. Bangsa yang dibentuk oleh persatuan dalam keberagaman ini, memerlukan musuh bersama. Ya, musuh bersama untuk memperkuat persatuan karena ada yang dilawan sebagai tantangan sekaligus dapat dijadikan kambing hitam apabila terpojok.

Sabtu, 14 Oktober 2017

Berita Hoax untuk Bahan Literasi dan Pembelajaran

Rochimudin Indonesia | Sabtu, 14 Oktober 2017 | 13.31 | Comment


Pemasangan poster antihoax di sekolah
Kita adalah generasi pertama yang dikepung oleh media digital (Don Tapscott dalam Growing Up Digital). Sekarang, ternyata tidak hanya media digital, kita juga dikepung oleh berita hoax. Ibarat cendawan di musim hujan. Berita hoax berkembang dan meraja lela seiring dengan keterbukaan dan kebebasan. Kebebasan sebagai pilar penting demokrasi telah disalahgunakan sebagian orang untuk menebar informasi bohong melalui beragam media. Dari beragam survey tentang penggunaan internet di Indonesia, aktivitas terbesar adalah untuk media sosial. Padahal sarana yang paling mudah untuk menyebarkan berita hoax adalah melalui media sosial.

Senin, 09 Oktober 2017

Siapa yang harus berbicara dalam Cyberbullying?

Rochimudin Indonesia | Senin, 09 Oktober 2017 | 03.34 | 24 Comments so far
Salah satu tempat yang beroperasi dengan cara yang sama seperti 50 tahun lalu adalah sekolah lokal (Rennate Nummela dan Geoffrey Caine)

Tulisan ini saya buka dengan kritik dari pakar pendidikan asal California terhadap sekolah. Menurut hemat saya, kalau kita ingin maju maka kritik itu konstruktif. Kita bisa melihat contoh-contoh sekolah di Indonesia. Konsep bangunan banyak yang dari abad XX, guru atau pendidik dihasilkan oleh universitas di abad XX juga, sarana dan prasarana juga demikian. Padahal fungsi sekolah adalah untuk menyiapkan peserta didik untuk menghadapi dunia nyata. Dan beberapa sekolah gagal menangani dampak dari media elektronik terutama masalah bullying.

Berlangganan

//