News

Latest Post
Loading...
“Tiga syarat menghadapi tantangan global; perkuat kemandirian bangsa, tingkatkan daya saing, dan miliki peradaban bangsa yang mulia”. (Susilo Bambang Yudhoyono)

Rabu, 09 Desember 2015

Masih Relevankah Sumpah Pemuda di Era Digital?

Rochimudin Indonesia | Rabu, 09 Desember 2015 | 01.25 |
Masa tahun 1928 - 1949 bangsa Indonesia dikepung oleh penjajah yang ingin menguasai seluruh isi negeri ini. Sumpah Pemuda pada tahun 1928 merupakan tonggak penting persatuan untuk bersatu mencapai kemerdekaan dengan mengusir penjajah dari bumi Indonesia. Ikrar pemuda Indonesia terbukti ampuh dan mampu memberi suntikan semangat perjuangan kemerdekaan sehingga akhirnya kita merdeka pada 17 Agustus 1945. Dan mampu mempertahankan kemerdekaan dengan mengusir kembali penjajah pada tanggal 27 Desember 1949.

Sumber : theglobal-review.com

Selanjutnya adalah periode mempertahankan kedaulatan negara dan mengisi kemrdekaan dengan pembangunan. Pada masa ini isi dan semangat sumpah pemuda masih relevan sehingga tanggal 28 Oktober diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda. Namun di era pembangunan yang sudah berjalan 70 tahun sejak Indonesia merdeka atau 87 tahun sejak sumpah pemuda dikumandangkan, apakah di era digital sekarang masih relevan?

Abad XXI yang dikenal dengan abad teknologi digital ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat cepat. Perkembangan dunia maya atau internet berhasil dipadukan dengan perangkat teknologi digital seperti smartphone, netbook, dan sebagainya. Generasi sekarang adalah generasi yang hidup di tengah kepungan media digital. Siapa yang ketinggalan teknologi maka akan dianggap gaptek, ketinggalan jaman dan kuno. Tantangan yang dihadapi bukan lagi penjajahan bangsa asing namun telah berubah menjadi kemajuan iptek, jendela dunia maya atau internet, nilai-nilai baru, penyalahgunaan narkoba, dan sebagainya.

Akankah generasi abad XXI ini lari dari kenyataan atau sekedar sebagai penonton di era digital? Ini adalah pilihan yang tidak perlu diambil sebab kita harus siap menghadapi era digital dengan posisi sebagai pemain terutama pemain di negeri sendiri. 

Isi sumpah pemuda perlu kita kreasikan atau perbaharui sesuai dengan perkembangan dan tantangan jaman. Sejarah sumpah pemuda tidak akan kita lupakan namun isi sumpah pemuda kita perbaharui sesuai dengan semangat revolusi mental.

Sumpah Pemuda di era digital Indonesia

Nah, sekarang marilah kita maknai nilai-nilai sumpah pemuda dengan aksi dan karya nyata yang tidak sekedar slogan atau sumpah semata. Mulailah dengan cara atau karya yang kita bisa meskipun sederhana niscaya akan berbuah menjadi karya besar yang bermanfaat bagi masyarakat. Ingat pemuda adalah tiang negara, pengisi dan pemimpin masa depan bangsa sehingga harus membuktikan aksi dan karya nyata dalam memaknai sumpah pemuda di jaman digital ini.

1. Gelorakan semangat pemuda di berbagai media sosial  dan media massa.
Menggelorakan dan berbuat dengan aksi nyata melalui pesan baik tulisan, gambar aau foto, video dan sebagainya sebagai bukti kita pemuda Indonesia yang nasionalis dan patriotik. Kita dapat membuat hastag seperti #sumpahpemuda, #aksipemuda, #semangatmuda, dan sebagainya. Kita isi media sosial dengan topik yang bernilaikan sumpah pemuda misalnya facebook, twitter, line, blog, dan sebagainya.
Contoh pesan Sumpah Pemuda di Facebook

2. Membuat poster, gambar, atau foto dengan tema sumpah pemuda digital. Media ini merupakan sarana yang tepat dalam memaknai, meneruskan dan mengaplikasikan nilai-nilai sumpah pemuda. Isi sumpah pemuda dapat kita kreasikan namun nilai-nilai sumpah pemuda seperti keberanian, persatuan, usaha keras, persaudaraan, dan sebagainya akan tetap hidup di dada para pemuda Indonesia.

Poster dan karikatur sumpah pemuda (sumber gbr:katakeren.com dan tawaku.com)

3. Menulis atau meneliti. Ide dan jenis tulisan serta karya tulis merupakan tempat para pemuda mencurahkan ide dan solusi untuk kebaikan dunia digital Indonesia. Sudah saatnya kita menjadi pemain di era digital dengan karya tulis yang baik dan relevan. Ada banyak pemuda Indonesia yang telah berhasil menemukan inovasi dengan kegiatan penelitian atau usaha yang telah mendatangkan manfaat bagi masyarakat seperti Nadiem Makariem (pendiri Go-Jek), Warsito Purwo Taruno (penemu alat teknologi penyembuh kanker), Mery Riana (motivator), dan sebagainya.

Warsito Purwo Taruno dan Nadiem Makariem
Merry Riana (dok gambar: katakate.com)

4. Menjadi pemuda teladan harapan bangsa. Di era digital ini kita kekurangan banyak contoh atau teladan dari para pemimpin kita. Oleh karena itu sudah saatnya pemuda tampil sebagai contoh yang baik bagi masyarakat maupun generasi mendatang. Contoh atau teladan merupakan cara yang efektif di era digital dalam memaknai nilai-nilai sumpah pemuda. Pemuda harapan bangsa adalah pemuda yang jujur, taat hukum, menjauhi narkoba dan kriminalitas, dan pastinya religius. Pemuda teladan aktif dalam profesinya masing-masing dan bermanfaat bagi lingkungan.

Demikian berbagai cara bagi pemuda dalam memaknai sumpah pemuda. Ingat pesan Bung Karno, beri aku orang tua maka akan kucabut gunung semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda maka akan kugoncangkan dunia. Peran pemuda yang dijiwai semangat nilai-nilai sumpah pemuda sangat penting di era digital ini agar menjadi pemain digital. Bukan hanya sebagai follower, penonton, ataupun pengamat. Mari tunjukan karya melalui kreativitas yang tiada henti di dunia digital.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan

//