News

Latest Post
Loading...
“Tiga syarat menghadapi tantangan global; perkuat kemandirian bangsa, tingkatkan daya saing, dan miliki peradaban bangsa yang mulia”. (Susilo Bambang Yudhoyono)

Jumat, 30 Januari 2015

Semangat Muda di Pagi Hari (Semugih)

Rochimudin Indonesia | Jumat, 30 Januari 2015 | 01.31 |
Lomba Blog Kabar Pemalang
Sambil ku minum secangkir teh di pagi hari dan aku berpikir. Bahwasanya hidup di kota besar seperti di Semarang, penuh dengan sejuta aktivitas kegiatan yang menghabiskan energi dan pikiran. Orang terjebak dalam rutinitas yang kadang membosankan. Kemacetan dan padatnya lalulintas di jalan gampang menyulut emosi. Urusan kantor dan pekerjaan tiada habisnya. Sementara waktu untuk istirahat begitu minim. Apalagi waktu untuk keluarga terasa singkat dan hambar kualitasnya karena satu kata capek.

Ku minum lagi teh yang masih separo tadi, sambil kubuka peta wisata Jawa Tengah. Ada satu agrowisata yang membuatku tertarik. Semugih, tempat apa itu? Lalu ku ambil HP dan searching di internet. Aku menemukan banyak nama semugih dan setelah kuamati ternyata agrowisata teh di kaki gunung Slamet. Ku terus cari bagaimana gambar-gambarnya di internet dan woww ..... indah dan menyejukan. Tapi aku belum yakin, jangan-jangan itu hanya modus promosi saja. Setelah ku pikir lagi, aku harus kesana, aku cari waktu yang tepat dan aku akan mengunjunginya. Titik.

Akhirnya di awal tahun ini, bulan Januari 2015, aku memantapkan hati akan membuang penat, judek pikiran, dan jablai (jarang membelai) anak di Perkebunan Teh Semugih. Berangkat dari rumah Ungaran pada Jum'at, 2 Januari 2015 naik bis BRT ke Terminal Terboyo lalu ganti bis ke arah Pemalang. Kemudian pindah angkutan ke arah Randudongkal- Moga - Pulosari dengan jalan yang mulus lancar. Perkebunan teh Semugih dengan luas sekitar 400 hektar berada di dusun Simadu desa Banyumudal Kecamatan Moga. Oh ini letaknya. Langsung aja istirahat dulu dan tanya-tanya pada warga yang dijumpai. Orangnya pada ramah dan murah senyum. Wah ini sudah di TKP (tempat kejadian plesiran), udaranya nyesss, sejuk dan bersih.

Pemandangan Alam yang Bagus
Pemandangan alam perkebunan teh Semugih begitu indah. Inilah surga alam sebagai hadiah gunung Slamet. Lautan hijau tanaman atau pepohonan teh terhampar. Kalau cerah gunung Slamet akan mudah terlihat di peraduannya. Kadang ada orang pemetik teh nyembul di hijaunya tanaman teh yang rapi dipangkas laksana menggunakan mesin pemotong rumput. Sayang pemirsa.... ini sudah sore, jadi tak berlama-lama. Takut hujan juga. Akhirnya cari tempat nginep.

Untung ada mess yang juga dapat dijadikan penginapan. Disamping itu ada Pondok Wisata Simadu yang merupakan unit usaha SMK Pariwisata Liberty Pemalang dapat juga dijadikan pilihan dengan suguhan menu tradisional.

Perkebunan Semugih berada di bawah PTPN IX dikelola secara profesional dan terstruktur. Kita dapat menikmati alam sendiri namun juga ada guide apabila menginginkan. Keindahan panorama alam ini cocok bagi Anda yang memiliki kamera utamanya yang hobi jadi fotografer. Berbagai sudut keindahan dapat dijepret dengan kamera resolusi tinggi. Pengunjung biasa juga dapat memfotonya dengan kamera saku.

Pabrik Teh Semugih (dok: kabarpemalang.com)

Tidak hanya pemandangan alam yang menarik, namun juga pabrik budidaya dan pengolangan teh yang ada di lokasi. Produknya kualitas ekspor bro, bahkan 85% di ekspor ke negara-negara Eropa dan Asia. 15% lagi untuk kebutuhan lokal atau dalam negeri. Wah... makanya nyari teh Semugih di tempat saya di Ungaran sangat sulit.  Tapi tenang bro, di pabriknya atau lingkungan sekitar kita dapat minum teh Semugih, asli wangi dan semrupuuut .....

Keesokan harinya ...... nah, udaranya dingin dan berkabut. Namun tidak saya lewatkan sebab saya dapat berjalan-jalan santai dan bebas mengitari dan menikmati panorama alam yang indah dan menyejukan pikiran. Aku lintasi jalan setapak demi setapak sambil kuhirup udara bersih nan sehat ini. Kesejukan alami mengingatkan aku bahwa ini sulit di dapatkan di kota. Jadi kalau bisa pinginnya kubawa pulang udara nan segar ini. Betul-betul SEMUGIH, Semangat Muda di Pagi Hari. Semangat penuh optimis, fresh dan damai di pagi hari di perkebunan Semugih.

Pemetik teh kusapa dan kadang menyapa dulu dengan santun. Mereka penuh tradisi timur yang sopan santun dan menghargai wisatawan. Setelah capai ni badan, dilanjutkan dengan mimik teh dan melihat daleman pabrik teh sambil tanya-tanya. Ternyata pucuk teh yang dipetik tadi, diolah langsung di pabrik dengan mesin-mesin dan prosedur pembuatan teh yang baik. 

Proses Pembuatan Teh
Pertama, pucuk daun teh yang telah dipetik dipilih dan diamati agar diperolah berapa persen pucuk halus dan yang kasar. Proses selanjutnya adalah pelayuan dengan menggunakan mesin heater untuk menghasilkan suhu 25 sampai 28 derajat celcius.  Kemudian dibolak-balik dan ternyata disini terjadi proses kimiawi seperti naiknya cafein sehingga aroma sedap teh terasa.

Produk Teh Semugih (dok: ptpnix.co.id)

Setelah selesai dilanjutkan penggilingan untuk menghasilkan mutu teh. Terus difermentasi agar mutu menjad tambah baik. Tujuan fermentasi ini untuk menghasilkan aroma teh yang sedap. Selanjutnya adalah pengeringan dengan menggunakan belong atau pengering sehingga kadar air sesuai dengan ketentuan. Setelah itu di sortir untuk didapatkan ukuran dan warna teh yang seragam. Disini dihasilkan teh dengan kualitas 1, 2 atau 3. Selanjutnya teh dengan grade yang telah dipisahkan disimpan di peti untuk persiapan pengepakan. Pengepakan menggunakan conveyor untuk dimasukan dalam tea buller dengan paper sak berbagai ukuran. Nah ..... selesai, terus dipasarkan.

Flying Fox (dok: ptpnix.co.id)
Setelah lihat pabrik dan minum teh, di perkebunan sudah dilengkapi dengan flying fox dan jembatan gantung. Wah .... ini cocok untuk memacu adrenalin dan bersuara seperti tarzan. Patut dicoba sebab pemandangan di bawahnya so amazing. 

Walking in the Tea Garden with Mr. Bupati
Selang setelah dua pekan ternyata ada kabar akan ada Walking in the Tea Garden yang diikuti Pak Bupati dan jajarannya lansung jalan sehat di Kebun Semugih. Benar, dalam rangka peringatan HUT Pemalang yang ke 440, salah satunya diselenggarakan event Walking in the Tea Garden pada hari Minggu, 18 Januari 2015. Kegiatan ini termasuk akbar sebab diikuti ribuan orang yang terdiri dari Bupati, wakil bupati, Sekda, Lurah dan Kepaal Desa se Pemalang, dan warga masyarakat. Selain untuk kebersamaan bersama warga, kegiatan jalan sehat ini tepat sekali untuk mempromosikan agrowisata perkebunan Semugih. Orang Pemalang harus tahu apalagi orang di luar Pemalang jadi tahu ada destinasi agrowisata di Semugih.

Bupati membaur bersama warga dalam jalan sehat di kebun teh Semugih (dok gbr: pemalangkab.go.id)

Start langsung dipimpin oleh Bapak Junaedi, Bupati Pemalang dari depan kantor Adm PTPN IX Semugih yang kemudian membaur bersama ribuan warga mengelilingi perkebunan teh di pagi hari. Kesejukan udara segar yang berhembus dari gunung Slamet ke utara menuju laut Jawa benar-benar luar biasa. Inilah kesegaran alami perkebunan teh Semugih yang dirasakan peserta jalan sehat. Semangat sekali para peserta jalan sehat ini sehingga saya sebut semangat muda di pagi hari atau SEMUGIH. Suasana perkebunan teh menjadi sangat ramai namun guyub rukun. Perkebunan teh dikelilingi oleh peserta jalan sehat dan terkadang peserta bercengkerama dengan pemetik teh. Setelah berjalan kurang lebih 2 kilometer akhirnya sampai finish di depan aula PTPN IX dan saatnya santap hidangan.

Bupati memetik pucuk teh bersama pemetik teh (dok gbr: http://ptpnix.co.id)

Tanpa sungkan Bupati dan Wakilnya menikmati makanan rakyat atau makanan tradisi seperti minuman teh begog yang merupakan salah satu produk PTPN IX Semugih, nasi gombyang, tahu campur, bodin (singkong) bakar, dan jagung bakar sembari menyaksikan pementasan kesenian Sintren, Kuntulan dan Jaran Kepang. Kesenian-kesenian itu meruapakan bagian dari kesenian tradisi kota Pemalang. Dalam sambutannya Bupati mengatakan bahwa hal ini adalah upaya pemerintah daerah dalam untuk membangkitkan semangat perjuangan juga kebudayaan bangsa. Salah satunya adalah Sintren, Lais, dan juga kuda lumping atau jaran ebegan. Ini untuk membangkitkan warisan budaya leluhur supaya tidak punah atau nguri-uri kebudayaan kabupaten Pemalang. Usai sambutan, Bapak Bupati beserta istri dan Wakil Bupati ikut mencoba menari jaran kepang.

Bupati Pemalang ikut menari jaran ebeg (dok gbr: mediarakyat99.com)


Terima Kasih Semugih
Demikianlah cerita wisata ku di agrowisata Semugih dan liputan Walking in the Tea Garden, benar-benar memuaskan. Kalau ada waktu panjang, ingin rasanya berkunjung lagi dan lagi. Rasa penat, judek, bosan, dan malas menjadi hilang. Pesan bagi pegelola Semugih, tingkatkan pelayanan dan tambah arena bermain outbond. Terima kasih telah diterima dengan baik dan mohon maaf apabila mengganggu aktivitas pabrik terutama. Sekali lagi terima kasih dan ku bawa kenangan indah dari Pemalang kembali ke Semarang dengan pikiran yang sejuk, fresh dan semangat muda di pagi hari (Semugih).

Buat masyarakat Pemalang, Selamat Ulang Tahun yang ke 440. Semoga pariwisata semakin semarak dan banyak pengunjung terutama di Perkebunan teh Semugih. Masyarakatnya senantiasa guyub rukun dengan pimpinan Bapak Bupati dan Wabup. Semoga kotanya dapat lebih bersaing dengan kota-kota lain di Jateng dan Indonesia untuk menjadi kota yang kreatif, nyaman, aman dan memikat hati bagi pengunjung dari luar kota. Terima kasih.

Tulisan diikutkan dalam:
#Pemalang Amazing Extravaganza Blog Competition

1 komentar:

  1. Semoga Wisata di Perkebunan Semugih makin meriah dengan banyak pengunjung seperti itu.

    BalasHapus

Berlangganan

//