News

Latest Post
Loading...
“Tiga syarat menghadapi tantangan global; perkuat kemandirian bangsa, tingkatkan daya saing, dan miliki peradaban bangsa yang mulia”. (Susilo Bambang Yudhoyono)

Rabu, 10 Juni 2015

#Lomba Blog Dies Natalis Universitas Terbuka ke-31: Kelas Maya, Inovasi Pembelajaran Pendidikan Tinggi Jarak Jauh

Rochimudin Indonesia | Rabu, 10 Juni 2015 | 00.26 |
Membangun Pagar Bangsa, 
Tema Dies UT ke-31
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, sekarang hampir segala hal mungkin untuk diwujudkan termasuk di dunia pendidikan. Perubahan ini datang seiring dengan kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi yang mau tidak mau harus kita akui telah mampu mengubah dunia dan sistem pendidikan.

Sayangnya, belum semua orang tahu benar cara memanfaatkan perubahan ini. Bahkan sebagian orang masih merasa perubahan ini menjadi beban, repot, riskan, dan membutuhkan beaya mahal.

Oleh karena itu kita membutuhkan reformasi sistem pendidikan dan sistem pembelajaran khususnya di perguruan tinggi. Reformasi pendidikan dan pembelajaran penting untuk mengimbangi kemajuan informasi dan perangkat komputernya. Perangkat teknologi informasi dari yang tadinya handphone hanya untuk sekedar berkomunikasi secara langsung telah mengalami revolusi dengan menggabungkan sistem komputer dan internet. Ini semua membantu kita dalam berkomunikasi dan menemukan informasi yang kita cari. Fakta membuktikan bahwa setiap orang di indonesia khususnya mahasiswa memiliki perangkat teknologi informasi minimal Handphone yang terkoneksi dengan internet. 

Apabila kita ragu-ragu untuk melangkah menghadapi perubahan ini, maka dunia perguruan tinggi kita akan tertinggal dan tidak menarik bagi mahasiswa karena transformasi ilmu dan teknologi berjalan konvensional, terbatas, lambat, dan tidak aplikatif. Reformasi sistem pendidikan dan pembelajaran di perguruan tinggi khususnya Universitas Terbuka (UT) sangat penting untuk membantu mencari dan mempelajari segala hal secara cepat, hemat, dan lebih baik lagi.

Terlebih lagi, Universitas terbuka merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang diperbolehkan menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh dan terbuka. Istilah jarak jauh sebagaimana dimuat dalam websitenya Universitas Terbuka (ut.ac.id), berarti pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka, melainkan menggunakan media, baik media cetak (modul) maupun non-cetak (audio/video, komputer/internet, siaran radio dan televisi). Kalau lihat, mahasiswa UT tersebar di berbagai kota atau seperti cabang. Seperti di Semarang, UT memiliki kampus di Mangkang Semarang sebagai tempat administrasi dan pembelajaran.

Oleh karena itu diperlukan reformasi dengan inovasi pendidikan tinggi jarak jauh menuju Indonesia Berprestasi dengan eratnya persatuan dan kesatuan bangsa. Inovasi yang menggabungkan antara kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dengan sistem pendidikan dan pembelajaran yang telah ada di Universitas Terbuka agar selangkah lebih maju dan mampu melayani dan mengjangkau mahasiswanya di berbagai kota atau daerah sehingga ada kesatuan secara langsung meskipun terdesentralisasi. Namun perlu diingat, aplikasi teknologi ini merupakan sarana untuk mempererat dan mempermudah pembelajaran jarak jauh yang sekaligus menguatkan semangat persatuan semua elemen UT

Tantangan

Berdasarkan uraian di atas, permasalahan dan atau tantangan yang melatar belakangi perlunya inovasi sistem pendidikan dan pembelajaran di UT antara lain:

  • 1. Tantangan kemajuan perangkat ilmu dan teknologi di bidang informasi.
  • 2. Kampus UT memiliki semacam cabang atau otorita di tiap kota atau daerah sehingga diperlukan kesatuan dan sinergi sistem IT untuk pendidikan dan pembelajaran.
  • 3. Mahasiswa UT memiliki latar belakang yang berbeda-beda terutama terdiri dari orang-orang yang sudah atau sedang bekerja (sehingga cenderung sibuk) dan menganggap waktu itu penting dan berharga.
  • 4. Walaupun sudah terdesentralisasi dalam pembelajaran, namun diperlukan pertemuan atau materi dan ujian kuliah tersentral.
  • 5. Bagaimana mempererat persatuan segenap elemen di UT?

Pembahasan

Menyikapi permasalahan sekaligus tantangan di atas maka saya mengusulkan ide Kelas Maya sebagai inovasi pendidikan tinggi jarak jauh menuju prestasi yang membanggakan. Tidak harus pendidikan di UT menjadi Universitas Berkelas Dunia (World Class University), namun yang paling menentukan adalah pendidikan di UT yang bervisi ke depan. Hal ini sejalan dengan filosofi, pendidikan adalah perangkat yang strategis yang dibutuhkan masyarakat dan setiap orang agar mampu bersaing dan mencapai standar kehidupan yang lebih baik. Ditambah lagi, pembelajaran di abad XXI adalah sebagian besar harus menjadi mahasiswa yang mandiri, manajer mandiri dengan motivasi diri yang kuat. 

Oleh karena itu, sistem pendidikan dan pembelajaran bervisi ke depan yang saya inovasikan adalah sistem kelas maya (online) dengan berbasiskan web. Website UT yang telah ada dapat diisi atau ditambah dengan beragam aplikasi seperti:
  • 1. untuk sistem pendidikan, kegiatan seperti pendataan yang meliputi penerimaan mahasiswa baru, registrasi, yudisium, dan sebagainya dapat dilakukan di websitenya UT. Tentu hal ini akan memudahkan mahasiswa dan pihak kampus.
  • 2. untuk sistem pembelajaran, perlu ditambah ruang atau space (menu) di website ut.ac.id yang berisi kelas maya untuk pembelajaran secara online. Pembelajaran secara on line dalam Kelas Maya dapat dilakukan dengan model tatap muka kuliah dengan live streaming termasuk presensi dan penilaiannya. 

Kelas maya merupakan sebuah aplikasi yang ditempatkan di websitenya UT (ut.ac.id) yang berisi:
  • 1. Tatap muka online atau kuliah tatap muka on line dengan sistem live streaming terutama bagi mata kuliah dasar umum untuk kelas yang umum dan terbuka. Kelas khusus per jurusan dapat dibuka untuk pengembangan lebih lanjutnya. Hal ini hanya untuk mengubah tatap muka langsung secara fisik di kelas menjadi melalui perngkat internet.
  • Mahasiswa menyimak penjelasan dosennya dapat melalui HP, Tab, Komputer, dll yang memungkinkan. Apabila ada tugas juga dapat langsung dikerjakan secara online dan dikumpulkannya. Jam atau waktu perkuliahan dapat ditentukan dengan jadwal dari kampus atau apabila kelas dengan jumlah terbatas mahasiswa dapat kesepakatan antara dosen dengan mahasiswanya.
  • 2. Presensi on line. Mahasiswa yang terdaftar dalam perkuliahan tatap muka on line dapat langsung presensi melalui login atau diberi password sendiri-sendiri. Untuk keamanan passsword maka dapat diberikan tiap pertemuan sehingga menghindari kecurangan presensi.
  • 3. Penilaian. Penilaian dapat dengan mudah dilakukan dan hasilnya dapat langsung diketahui sehingga asas keterbukaan dan efektivitas tetap terjaga. Yudisium juga dapat dilakukan dari sini dan mahasiswa dapat memprint nilai secara sendiri-sendiri.

Keuntungan kelas maya antara lain:

1. Menghemat beaya
Beaya dapat dihemat sekira 40% sampai 60% dibandingkan kelas konvensional. Beaya yang dapat dihemat antara lain:
a. beaya perjalanan baik dosen maupun mahasiswa.
b. beaya fasilitas dan penyelenggaraan.
c. beaya gaji.
d. beaya administrasi.

2. Memperbaiki sistem pembelajaran
Mahasiswa menjadi lebih aktif dan memperoleh sumber-sumber belajar lebih banyak karena terkoneksi dengan internet ataupun nara sumber lain di dunia maya.

3. Skala jumlah mahasiswa yang lebih banyak dan luas dengan tidak dibatasi tempat atau asal kota mahasiswa. Disini dapat juga dibentuk komunitas maya mahasiswa.

4. Kemudahan pengajar
Memang seharusnya belajar dengan model tatap muka online langsung (live). Akan tetapi apabila berhalangan maka dapat melalui rekaman sehingga dapat dicopy atau diputar ulang, kalau ada pertanyaan dapat dijawab melalui email, sosial media atau pertemuan berikutnya.

Keberhasilan kelas maya ini apabila pihak yang terkait dapat bekerja sama dan bersinergi seperti:
  • 1. Mahasiswa, sebagai user atau pihak yang membutuhkan perkuliahan.
  • 2. Kampus, manajemen kampus yang bervisi ke depan harus mendukung dan menyiapkan perangkat keras dan lunak bagi dosen-dosen selaku pengisi konten.
  • 3. Administrator, admin berperan dalam memantau operasional website kelas maya karena kemudahan dan kecepatan akses sangat mempengaruhi kenyamanan belajar. 

Melalui kemudahan akses pendidikan dari berbagai penjuru tanah air, UT berkomitmen untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa sehingga UT dapat memagari bangsa dari pengaruh negatif budaya asing. Kondisi inilah yang menginspirasi Tema Dies Natalis ke-31 UT, yakni “UT Membangun Pagar Bangsa”. Tema tersebut sangat sesuai dengan konsep UT sebagai universitas terbuka dengan pembelajaran jarak jauhnya yang tersebar di berbagai daerah.

Penutup

Salah satu penghargaan  yang membanggakan
dari Microsoft untuk UT (dok: ut.ac.id)
Demikian ide kelas maya kami sampaikan di HUT UT yang ke 31. Kampus yang selalu berinovasi akan mengikuti perkembangan jaman dan masyarakat sedangkan kampus yang sepi dari inovasi akan mulai ditinggalkan. 

Adanya penghargaan atas komitmen UT mengadopsi perkembangan teknologi baru dengan selalu menggunakan software legal tanggal 26 Mei 2015, khususnya produk Microsoft bagi proses pendidikannya merupakan langkah maju dan patut diapresiasi. Semoga UT mampu menjadi perguruan tinggi yang mampu menjawab tantangan dan senantiasa dibutuhkan masyarakat. Sehingga pesan HUT UT ke 31

Melalui kemudahan akses pendidikan dari berbagai penjuru tanah air, UT berkomitmen untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa sehingga UT dapat memagari bangsa dari pengaruh negatif budaya asing,

kondisi inilah yang menginspirasi Tema Dies Natalis ke-31 UT, yakni “UT Membangun Pagar Bangsa” dapat tercapai. Dirgahayu UT ke 31.

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari Universitas Terbuka dalam rangka memperingati HUT Universitas Terbuka ke-31. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.”

#Lomba Blog Dies Natalis Universitas Terbuka ke-31

3 komentar:

  1. UT tidak kalah dengan perguruan tinggi reguler lainnya, hidup UT.

    BalasHapus
  2. Ut semakin kedepan ya. Mudahan ada jurusan biologi mipa di kaltim

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya do'akan semoga ada jurusan biologi di Kaltim.

      Hapus

Berlangganan

//